Hadirkan PLTU Anggrek, PLN Gairahkan Investasi di Gorontalo

Cukup lama proses pembangunannya, akhirnya PLTU 2×25 MW di Pelabuhan Anggrek, Gorontalo Utara difungsikan dan memperkuat sisten kelistrikan Sulut-Go. Kehadirannya sangat membantu beragam investasi di Gorontalo.

Penandatanganan prasasti peresmian oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas

GORONTALO — Sistem kelistikan Sulawesi Utara dan Gorontalo (SulutGo) bertambah kapasitas 50 Mega Watt (MW) setelah Proyek PLTU Gorontalo 2×25 MW diresmikan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Suharso Monoarfa, Sabtu (15/08/2020). PLTU Gorontalo jadi modal besar untuk menggairahkan invetasi di Gorontalo. PLTU tersebut berlokasi di komplek Pelabuhan Anggrek, Desa Ilangata, Kecamatan Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo.

Menteri PPN dan Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengatakan hadirnya PLTU Gorontalo diharapkan dapat mendorong tumbuhnya investasi berupa industri dan bisnis sehingga berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat. “Apabila industri semakin besar maka akan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat di Gorontalo,” tutur Monoarfa, putra Gorontalo.

General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Sulawesi Bagian Utara (UIP Sulbagut), Mimin Insani menyebutkan tambahan pasokan listrik dari PLTU Gorontalo meningkatkan daya mampu listrik sub sistem kelistrikan Gorontalo menjadi 176 MW, dengan beban puncak sebesar 98 MW. Sehingga terdapat cadangan daya sebesar 78 MW yang dapat digunakan untuk mendukung investasi. Selain itu, pasokan listrik dari PLTU Gorontalo juga dapat digunakan untuk melistriki 138.889 pelanggan rumah tangga dengan daya 900 Volt Ampere.

“Beroperasinya PLTU Gorontalo juga menurunkan Biaya Pokok Produksi (BPP) melalui penghematan penggunaan BBM sebesar 130,5 kiloliter/hari. Hingga awal Agustus, PLTU Gorontalo telah memproduksi energi listrik lebih dari 350 Juta kWh,” tutur Mimin Insani.

Selain menggunakan batubara, PLN juga berinovasi dengan melakukan co firing di PLTU Gorontalo dengan mensubstitusi batubara sebesar 5 persen dengan memanfaatkan bahan bakar biomassa berupa kayu lamtoro yang didapatkan dari hutan energi di sekitar proyek.

“Ini merupakan bagian dari transformasi kami untuk meningkatkan penggunaan energi terbarukan, salah satunya melalui co firing PLTU dengan potensi lokal yang ada,” ujar Mimin.

Mimin juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan PLTU ini, terutama pemerintah Provinsi Gorontalo.

Selain dihadiri Menteri PPN dan GM PLN UIP Sulbagut, kegiatan ini juga dihadiri oleh Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, beserta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Provinsi Gorontalo.(baz)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More