Kejari Bitung Tetapkan 4 Tersangka Kasus TPA Aertembaga

Para tersangka (kiri) sebelum ditahan Kejari Bitung

BITUNG — Kejaksaan Negeri Bitung kembali menunjukkan taringnya. Kamis (27/08/2020), setelah melakukan pemeriksaan dan cukup bukti Kejari Bitung melakukan penahanan terhadap tiga orang dari empat tersangka kasus dugaan korupsi proyek Peningkatan TPA Aertembaga senilai Rp6,75 miliar.

Menurut Kejari Bitung Frankie Son SH MH, para tersangka yang ditahan yakni   FP alias Fomy selaku kontraktor pelaksana dari PT NTs, ASJP alias Nita selaku konsultan pengawas, dan TS selaku penanggung jawab kegiatan di Satker Pengembangan Sistem Penyehatan Lingkungan Provinsi Sulut Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR.

Usai dilakukan pemeriksaan, ketiganya langsung ditahan oleh penyidik Tipikor Kejari Bitung. Para tersangka diduga melanggar Pasal 2, Pasal 3 jo Pasal 18 UU No.31/1999 jo UU No.21/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Para tersangka dititipkan di Rutan Polres Bitung selama 20 hari ke depan,” kata Kajari.

Dia menambahkan, sebenarnya ada empat tersangka dalam kasus ini, namun baru tiga yang ditahan. Tersangkan lainnya, AK alias Agus sebagai Direksi Pengawas belum ditahan karena tak menghadiri panggilan, kemarin. “Kami sudah kirim panggilan susulan untuk hadir Senin pekan depan,” ungkap Frankie.

Sekadar informasi, perkara dugaan korupsi ini terkait pekerjaan Peningkatan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Aertembaga Kota Bitung Tahun 2018 dengan Nilai Kontrak Rp.6.759.000.000.(red

Leave A Reply

Your email address will not be published.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More