PLN Siapkan 1.000 Personil Amankan Listrik Pilkada dan Nataru

Bersama Polda Sulut Gelar Apel Kesiapsiagaan

MANADO — Kebutuhan listrik untuk agenda pemilihan kepala daerah (Pilkada), serta Natal dan Tahun baru (Nataru) harus tersedian dengan aman dan andal. Untuk itu PLN UIW Suluttenggo mengantisipasinya dengan menggelar persiapan dan evaluasi.

Bersama TNI, Polri, Basarnas, serta PLN Group, PLN UIW Suluttenggo menggelar Apel Ke-3 Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Menjelang Pilkada serta Natal dan Tahun Baru, di Pohon Kasih Megamas Manado, Rabu (18/11/2020) pagi.

Pjs Gubernur Sulut Agus Fatoni, mengatakan Sulut merupakan salah satu daerah yang rawan terkena dampak bencana, baik bencana banjir, longsor dan bencana lainnya. Oleh karena itu, diperlukan koordinasi dan kerjasama yang baik oleh semua unsur. Sebab, data BMKG Sulut memprakirakan pada akhir tahun ini akan memasuki musim penghujan dengan intensitas tinggi.

“Itu artinya potensi terjadinya bencana longsor dan banjir menjadi meningkat. Seperti pohon tumbang dan sebagainya bisa terjadi di beberapa kabupaten/kota yang telah kami petakan,” katanya.

“Dengan pelaksanaan apel kesiapsiagaan dan simulasi ini diharapkan akan meningkatkan peran dan partisipasi kita semua dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana di daerah, terlebih dalam pelaksanaan Pilkada serentak sekaligus menyambut rangkaian perayaan Natal dan Tahun Baru,” ujar Fatoni kepada wartawan.

Pjs Gubernur mengatakan beberapa unsur yang ikut apel ini langsung melakukan simulasi. Ada tujuh simulasi yang dilakukan mulai dari tahap awal sampai dengan tahap penangganan yang dilakukan oleh PLN.

“Pada hari ini kami langsung mengecek sinergi, kesamaan dan langsung praktek, kekompakan antar tim dan juga kesiapan peralatan dan tenaga yang ada,” ujar dia.

Fatoni menekankan, dalam apel ini perlu peningkatan pengintegrasian penanggulangan bencana di semua lini dari kelurahan hingga provinsi, perlu peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan gabungan penanggulangan bencana. Selanjutnya perlu peningkatan kualitas data informasi dan pelaporan kejadian bencana melalui optimalisasi pemanfaatan posko peralatan teknologi informasi dan komunikasi,  pembentukan dan pengembangan daerah bencana untuk membangun kemandirian masyarakat dalam menghadapi dan menanggulangi bencana alam yang terjadi, serta perlu pemberian kemudahan bagi keterlibatan swasta dan masyarakat dalam mendukung penyelenggaraan penanggulangan bencana alam.

Fationi juga mengimbau agar seluruh masyarakat maupun personil harus siap siaga selalu karena bencana tidak bisa diprediksi.

“Makanya apel kali ini akan memperkuat kita, kesolidan kita, koordinasi antar stakeholder dalam mengantisipasi bencana yang akan timbul di Sulut. Lebih baik mandi berkeringat dalam latihan dari pada mandi darah saat pertempuran,” ucapnya.

Sementara Kapolda Sulut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak mengatakan apel dan simulasi kali ini bisa  menjadi keyakinan masyarakat bahwa seluruh aparat keamanan di Sulut dan pemerintah serta stakeholder siap untuk mengamankan pelaksanaan Pilkada, sekaligus mengatasi bencana alam yang kemungkinan terjadi di masa-masa datang.

“Kita berharap mudah-mudahan bencana alam tidak terjadi di wilayah kita Provinsi Sulut,” ucapnya.

Di tempat yang sama, General Manager PLN UIW Suluttenggo Leo Basuki mengungkapkan apel ini adalah kegiatan rutin yang dilakukan PLN, terlebih jika ada iven yang akan dilaksanakan.

“Cuaca ekstrim La Nina, Pilkada dan Nataru ini yang tentunya kami harus siap siaga. Kegiatan saat ini secara serentak dilaksanakan juga di Provinsi Sulawesi Tengah dan Gorontalo. Jadi kami sangat siap. Tentunya kesiapan pertama adalah doa, persiapan jaringan, kesiapan personil bagaimana mereka bertugas sampai dengan tingkat staminanya,” ujar Leo.

Tentang personil, Leo  mengatakan PLN menyiagakan sekitar 1.000 personil baik di lapangan maupun administrasi. “Mereka ditempatkan di posko-posko hingga tingkat rayon,” ujarnya.

Untuk kapasitas listrik yang melayani kebutuhan masyarakat di sistem kelistrikan Sulut-Gorontalo (interkoneksi), kata Leo, saat ini masih ada cadangan daya hampir 300 MW.

“Dari sisi pembangkit kita kelebihan daya yang sangat besar. Makanya untuk penyalurannya kita antisipasi dengan kesiapan personil, peralatan, serta manajemen (koordinasi) yang baik,” ujar Leo lagi.

Sebagai informasi apel kesiapsiagaan ini juga melibatkan sembilan tim (gabungan Polri, TNI, SAR, BPBD, Dinas Sosial) yang terdiri dari tim posko, tim evakuasi, tim SAR, tim dapur lapangan, tim pengungsi, tim DVI/Inafis, tim medis, tim trauma healing, dan tim UPPK Sulut.

Turut hadir dalam apel ini Kapolda Sulut, Danrem 131/Santiago, Danlantamal VIII Manado, Ketua DPRD Sulut, Kepala BNN Sulut, Kapolresta Manado, serta pejabat tinggi Polda Sulut.(red)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.