Info Digital Sulawesi Utara

Pemkab Boltim (Masih) Tiadakan Pasar Senggol

Pasar senggol tiap jelang Lebaran potensial menimbulkan kerumunan orang, sehingga rawan sebagai media penyebaran Covid-19

BOLTIM-Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), tahun ini tidak mengizinkan pasar Senggol dan Bazaar Ramadan. Keputusan ini diambil karena masih ada rantai penyebaran Covid-19.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disperdahkop-UKM) Boltim, Norma Linggama mengatakan tahun ini Pasar Senggol ditiadakan seperti tahun 2020 lalu. “Tahun ini dan tahun kemarin tidak ada pasar senggol. Ditiadakannya Pasar Senggol sebagai upaya pemerintah untuk menghindari kegiatan-kegiatan yang dapat menimbulkan kerumunan orang di tengah Pandemi Covid-19,” kata Norma.

Menurutnya, jika pasar senggol diadakan maka akan mendatangkan pedagang dari luar daerah seperti Manado, Bitung, dan Gorontalo. “Di masa Pandemi Covid-19 ini tidak diperbolehkan adanya kerumunan penjualan apalagi dari luar daerah. Namun untuk pedagang lokal dari Boltim sendiri bisa berdagang, akan tetapi tetap mematuhi Protokol kesehatan dengan menggunakan masker, sering cuci tangan, pakai sarung tangan dan jaga jarak,” ujarnya.

Bupati Boltim Sachrul Mamonto juga telah menyampaikan imbauan untuk sementara membatasi kegiatan yang melibatkan masyarakat banyak dalam rangka menghindari kontak dan penyebaran Covid-19 secara masif. “Hal ini demi kebaikan kita semua. Saya harap masyarakat dapat memakluminya,” kata mantan Ketua DPRD Boltim itu.(red)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.