Pembangunan Kawasan Pantai Malalayang Dikebut

Monitoring oleh Kepala BPPW dan Satker

MANADO — Pekerjaan Penataan Kawasan Pantai Malalayang sedang dikebut hingga batas waktu akhir 2021. Proyek strategis dari pemerintah pusat tersebut untuk menunjang aktivitas wisata di Manado.

Laporan Balai Permukiman dan Prasarana Wilayah (BPPW) Sulut Kementerian PUPR menyebutkan progress pelaksanaan sudah mencapai 20-an persen. Proyek ini satu paket dengan penataan kawasan wisata Pulau Bunaken.

“Ada sedikit kendala pekerjaan di sisi laut. Petunjuk pusat (Kementerian PUPR) harus dilakukan pemancangan tiang untuk bangunan di sisi laut,” ujar Kepala BPPW Sulut melalui PPK Bangkim Ognerius Tindoilo.

Permintaan dan petunjuk (pusat) Kementerian PUPR itu pun sudah dipenuhi oleh penyedia jasa, PT Nindya Karya (Persero). Dan saat ini sedang dalam pekerjaan pengeboran untuk penempatan tiang-tiang yang akan dipancang.

“Alat pancangnya juga sedang dalam perjalanan menuju Manado. Mudah-mudahan minggu depan sudah mulai pemancangan,” kata Ognerius.

Kendala lain juga adalah lambannya pemindahan pedagang makanan yang selama ini menempati lokasi tersebut oleh Pemkot Manado. Apalagi sejak kontrak diteken Oktober 2020, keberadaan para pedagang tersebut belum tersentuh.

“Mereka baru dipindahkan ke lokasi sebelah selatan (sisi bukit) di pertengahan Mei baru-baru ini, sehingga pekerjaan sudah mulai lancar,” katanya.

Posisi pedagang tersebut menempati hampir sepanjang rencana pekerjaan, yakni 1,2 kilometer. Dan, sambil menunggu pemindahan pedagang tersebut, pekerjaan hanya dilakukan di lokasi  yang bebas dari pedagang.

“Itu pun kami harus menunggu penghapusan aset berupa sejumlah bangunan milik Pemkot Manado. Cukup lama. Makanya, pekerjaannya terkesan lambat,” ujarnya.

Saat ini, tambah Ognerius, yang sudah dikerjakan adalah penataan drainase sepanjang lokasi, serta pekerjaan di sisi darat lainnya selain pedestrian yang berada tepat di bahu jalan.

“Jika pemancangan di sisi laut sudah mulai jalan, pekerjaan akan mulai lancar,” katanya.

Sekadar referensi, proyek yang masuk dalam proyek strategis nasional sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Manado-Likupang tersebut merupakan ‘perintah’ Presiden Joko Widodo. KSPN ini adalah salah satu dari 5 KSPN di Indonesia.(red)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.