Scroll untuk baca berita terbaru
banner 325x300

Pemkab dan APH Bolmong Hindarkan Kepsek Dari Pungli dan Korupsi dalam Pengelolaan Dana BOS

×

Pemkab dan APH Bolmong Hindarkan Kepsek Dari Pungli dan Korupsi dalam Pengelolaan Dana BOS

Sebarkan artikel ini

BOLMONG—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolmong terus berupaya untuk menghindarkan aparaturnya dari pungutan liar (Pungli) dan korupsi. Buktinya, Pemkab Bolmong dan Aparatur Penegak Hukum (APH) yang tergabung dalam tim Siber Pungli melaksanakan sosialisasi kepada para Kepala Sekolah (Kepsek) dan bendahara sekolah dalam pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Kegiatan ini dilaksanakan di SMP 2 Dumoga, Desa Mopuya, Kecamatan Dumoga Utara, Selasa (12/9) pagi.

Dalam kegiatan ini menghadirkan narasumber yang berkompeten yakni Wakil Kapolres Bolmong Kompol Ali Tahir SH, Kacabjari Dumoga Joice Tasiam SH MH, Sekretaris Inspektorat Fanny Irawan Popitod SST MM, serta Kaban Kesbangpol Drs Christofell Kamasaan MM.

Kompol Ali Tahir SH menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dan aparat penegak hukum untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana BOS, serta memberantas pungutan liar di sektor pendidikan. “Kami berkomitmen untuk memberikan lingkungan pendidikan yang bersih dari pungutan liar, sehingga pendidikan di Kabupaten Bolmong dapat berjalan dengan optimal dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Inspektorat, menekankan peran instansinya dalam memastikan penggunaan dana publik, termasuk dana BOS sesuai dengan ketentuan yang berlaku. “Kita berkomitmen untuk mengawasi pengelolaan dana publik, termasuk dana BOS, dengan ketat dan teliti. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap rupiah dari dana ini digunakan dengan penuh transparansi dan akuntabilitas,” ungkap Fanny.

Senada dikatakan Kepala Badan Kesbangpol. Menurutnya, Kesbangpol selaku intelijen daerah berperan menciptakan lingkungan yang bersih dari praktik pungutan liar dan korupsi, terutama di sektor pendidikan. “Kesbangpol memiliki peran kunci dalam menciptakan lingkungan yang bebas dari pungutan liar dan korupsi. Kami akan terus bekerja sama dengan semua pihak terkait untuk memastikan keberhasilan program pencegahan dan pemberantasan praktik-praktik yang merugikan masyarakat,” tutup Kamasaan.

Kegiatan ini dihadir juga Kasatpol PP Zulfadhly Binol, Kasiwas Polres Bolmong, Anggota Unit Pemberantasan Pungli Kabupaten Bolmong, Kepala Sekolah, dan Bendahara Sekolah Dasar serta Sekolah Menengah Pertama se-kecamatan Dumoga Utara, Dumoga Tenggara, Dumoga Barat. (syl)