Scroll untuk baca berita terbaru
unsrat t2
Bangga KencanaBirokrasiPemerintahanSulut

Stunting Sulut Naik, Wagub Minta Semua Pihak Tetap Semangat Berupaya Turunkan Prevalensi

1684
×

Stunting Sulut Naik, Wagub Minta Semua Pihak Tetap Semangat Berupaya Turunkan Prevalensi

Sebarkan artikel ini

MANADO, gosulut,com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) gencar mendorong kabupaten/kota untuk menurunkan prevalensi stunting. Betapa tidak, 2023 lalu prevalensi stunting Sulut naik 0,8% dari 20,5% pada 2022 menjadi 21,3%.
Berdasarkan laporan Kepala Perwakilan BKKBN Sulut Tino Tandaju, ada 8 daerah mengalami kenaikan prevalensi stunting. Yakni Sitaro, Minsel, Minahasa, Bolmut, Bolmong, Bolsel, Manado, dan Sangihe.
Wakil Gubernur Sulut Steven OE Kandouw dalam sambutannya meyakini bahwa upaya menekan stunting di setiap daerah terus dilakukan dengan berbagai upaya yang maksimal. Namun dari sisi penilaian, masih terdapat sejumlah daerah yang didapati bahwa prevalensi stuntingnya mengalami kenaikan.
Menyikapi temuan tersebut, Kandouw meminta agar semua pihak dapat lebih bersemangat lagi dalam upaya melakukan percepatan penurunan stunting. Terutama di kabupaten/kota se-Sulut.
“Terlebih kabupaten/kota yang mengalami kenaikan prevalensi stunting. Sehingga semangat ikhtiar kita harus lebih ditingkatkan,” ucap Wagub Kandouw saat membuka kegiatan Penilaian Kinerja Penurunan Stunting tahun 2024 di Provinsi Sulawesi Utara, di Hotel Sentra Minahasa Utara, pada Selasa (28/5/2024).
Kepada daerah yang prevalensi stunting telah mengalami percepatan penurunan, Kandouw berharap agar terus waspada.
“Daerah yang sukses menurunkan angka stunting, agar tidak lengah dan tetap fokus. Karena akan lebih sulit mempertahankan daripada merebut,” tukasnya.
Wagub juga meminta agar daerah buru-buru menyalahkan penilaian, tetapi hasil yang dicapai ini justru menjadi pelecut semangat untuk lebih meningkatkan berbagai upaya yang telah dilakukan selama ini.
“Berdasarkan penilaian ini, masih ada celah-celah yang perlu kita upayakan lagi, bahkan kita konsolidasi lagi,” ujar Wagub Kandouw.
Melalui sosialisasi yang dilaksanakan, maka masalah stunting akan lebih gencar lagi dilakukan, yakni dengan melibatkan semua unsur terkait. Sehingga lebih fokus lagi dan bekerja lebih keras.
Ia juga mengusulkan agar kampanye dilakukan secara masif, bukan hanya pada orang tua tapi juga generasi Z.
“Karena dari pengamatan di setiap acara pemuda, tidak pernah disinggung masalah stunting. Kita harus kampanyekan ini di kalangan generasi Z. Sosialisasikan melalui berbagai event kepemudaan misalnya,” jelas Kandouw.
Kegiatan dihadiri tim penilai penurunan stunting, Kepala BKKBN Perwakilan Sulut, Kepala Bappeda Sulut Elvira Katuuk, serta pengurus TP PKK Sulut dan kabupaten/kota.(red)