PKK Bolmong Kampanyekan Siap Bahaya Narkoba

TP-PKK Bolmong saat mengikuti sosialisasi. (ist)

BOLMONG—Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Bolmong siap membantu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) untuk menyelamatkan generasi muda dari bahaya Narkoba. Nantinya, TP-PKK akan melaksanakan sosialisasi dan pemahaman kepada generasi muda tentang bahaya Narkoba.

Ketua PKK Bolmong Iryanti Suleha Mokodompit Uswanas SSos melalui Sekretaris Nenny Febrianty Walalangi mengatakan generasi muda adalah penerus cita-cita bangsa. Jika sudah tersentuh Narkoba pastinya masa depan bangsa terancam. “Untuk itu kita akan turut membantu pemerintah dan aparat penegak hukum untuk menghindarkan generasi muda dari gangguan Narkoba,” ujar Walalangi usai mengikuti Sosialisasi Anti Narkoba dan Literasi Digital untuk Siswa/Siswi SMA/SLTA, Mahasiswa dan Masyarakat Sulut, di Aula Mapalus Kantor Gubernur Sulut, Kamis (4/8).

Diketahui, kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Indonesia Maju (OASE KIM) berkolaborasi dengan Tim Penggerak PKK, Kementerian Kominfo, Badan Narkotika Nasional dan Pemprov Sulut. Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Steven Kandouw saat membuka acara tersebut mengatakan, penyalahgunaan narkoba harus diberantas dengan penanganan holistik atau berhubungan dengan sistem keseluruhan yang mampu melibatkan semua komponen masyarakat, sehingga tak parsial atau hanya menjangkau penggunanya saja tapi mampu memberantas narkoba hingga ke bandarnya. “Penanganan dan antisipasi terhadap narkoba ini perlu tindakan serius, termasuk ada keterlibatan dan kerja sama seluruh komponen masyarakat,” kata Kandouw.

Lanjutnya lagi, tindakan holistik harus diterapkan karena besarnya jaringan peredaran narkoba di Indonesia. “Seperti yang kita tahu bersama, bagaimana bahaya narkoba sudah melibatkan jaringan sindikat yang begitu luas, begitu masif. Untuk itu, tidak ada jalan lain harus kita lawan dengan hal-hal yang masif dan terstruktur seperti ini,” imbuhnya.

Sementara itu, Sekretaris TP-PKK Provinsi Sulut dr. Kartika Devi Kandouw-Tanos dalam laporannya mengatakan, tujuan kegiatan ini untuk mengedukasi tentang bahaya narkoba, dan kegiatan-kegiatan yang positif dengan menguasai ruang digital. “Salah satunya dengan memperoleh dan memperluas informasi secara cepat dan terkini, memperkaya keterampilan, memperluas jaringan, belajar lebih cepat dan efisien,” jelasnya.

Diketahui, OASE KIM merupakan organisasi khusus gagasan Ibu Negara Hj. Iriana Joko Widodo dan Ibu Wakil Presiden Hj. Wury Estu Ma’ruf Amin serta disepakati oleh para istri Menteri Kabinet Indonesia Maju untuk turut mendukung dan berperan dalam menyukseskan program Kabinet Indonesia Maju. Kegiatan organisasi ini difokuskan pada kegiatan-kegiatan yang mendukung dan mendorong perubahan Indonesia sesuai dengan program pembangunan Nawacita dan Revolusi Mental.

Ketum OASE KIM Tri Tito Karnavian mengungkapkan alasan diangkatnya tema sosialisasi anti narkoba dan literasi digital adalah narkoba saat ini sudah menjadi bencana nasional karena sudah mencapai level yang paling menghawatirkan pada tingkat anak-anak muda. Bahkan juga didapati pada anak-anak di tingkat Sekolah Dasar. “Kita juga di sini membuat literasi digital, dimana ini penting karena kita juga tahu bersama bahwa teknologi informasi sudah menjadi kebutuhan kita sebagai manusia. Dimana setiap orang umumnya sudah mempunyai gadget atau alat informasi. Ini menjadi sasaran yang paling sering dicari oleh para pengedar narkoba dikarenakan mereka sangat rentan dan mudah untuk diajak menggunakan narkoba,” kunci Tri. (syl)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.